STUDI KOMPARATIF ARSITEKTUR SERVERLESS FULLSTACK VS TRADITIONAL CMS PADA INFRASTRUKTUR DIGITAL MICRO-SCHOOL
DOI:
https://doi.org/10.17509/integrated.v7i2.125Keywords:
Arsitektur Serverless, Core Web Vitals, Micro-School, Next.js, Static Site GenerationAbstract
Digitalisasi pada institusi pendidikan skala mikro (micro school) sering kali terhambat oleh keterbatasan infrastruktur dan anggaran. Penggunaan Content Management System (CMS) tradisional seperti WordPress kerap memunculkan masalah keamanan (kerentanan peretasan), biaya hosting yang berkelanjutan, dan performa waktu muat (loading time) yang lambat akibat arsitektur Server-Side Rendering (SSR). Penelitian ini bertujuan melakukan studi komparatif antara arsitektur CMS Tradisional dengan arsitektur Serverless Fullstack (menggunakan Next.js, Vercel, dan headless backend) sebagai solusi infrastruktur digital micro-school. Metode yang digunakan adalah Comparative Architecture Analysis dan Performance Benchmarking menggunakan simulasi Google Lighthouse v11. Hasil simulasi menunjukkan bahwa arsitektur Serverless dengan mekanisme Static Site Generation (SSG) menghasilkan performa 3,8x lebih cepat pada metrik Largest Contentful Paint (LCP) dibandingkan CMS tradisional. Selain itu, pemisahan (decoupling) antara panel admin dan antarmuka publik secara signifikan mereduksi risiko keamanan dan menyederhanakan usability bagi guru. Kesimpulannya, arsitektur Serverless fullstack merupakan strategi efisiensi paling optimal bagi micro-school, memberikan performa tingkat enterprise dengan biaya operasional infrastruktur yang mendekati nol.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





