Prospective vocational teachers in 21st century learning: challenges and opportunities
DOI:
https://doi.org/10.17509/integrated.v1i1.119Keywords:
Abad 21, Guru SMK, Pendidikan, Sekolah VokasionalAbstract
Lulusan SMK diharapkan dapat menjadi penyumbang terbesar tenaga kerja yang terampil dan dapat bersaing dengan para kompetitor lainnya. Namun karena ada beberapa faktor tingginya angka pengangguran di kalangan SMK, maka perlu adanya telaah penyebab mengapa para lulusan SMK masih banyak yang menganggur. Pihak pemerintah dan stakeholder harus mengupayakan untuk menambah lapangan pekerjaan untuk menampung para lulusan. Hal ini sangat wajar karena daya serap lulusan sangat rendah, mengingat jumlah industri yang menampung para lulusan SMK masih sedikit atau belum sesuai dengan minat dan bakat para lulusan. Permasalahan guru SMK yang tidak menguasai bidang ajar merupakan faktor penting, karena guru menjadi ujung tombak dalam menyampaikan materi sesuai dengan kurikulum yang disusun pemerintah. Hal ini menjadi sebuah kemirisan apabila faktor guru tidak segera diatasi dengan baik. Peluang para calon guru SMK sangat tinggi, karena Kemendikbud memprioritaskan dalam membuka sekolah berbasis kejuruan. Namun peluang tersebut harus diimbangi dengan kompetensi yang mumpuni sesuai dengan kebutuhan sekolah. Hal ini merupakan bagian dari tantangan para mahasiswa LPTK, karena Kemendikbud sudah merencanakan untuk mengambil para guru-guru produktif dari industri yang lebih berpengalaman. Sehingga peluang para calon guru sekolah vokasional mengalami hambatan
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2019 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





